• Jl. Dr. Ratulangi No. 274, Maros
  • WhatsApp 081122225808
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas dan Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
      • Prosedur Pelayanan Publik
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
      • Laporan PPID
      • Indeks Kepuasan Masyarakat
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Rencana Strategis
      • Kerja Sama
      • Standar Operasional Prosedur
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum dan Juknis
    • Infografis
    • Siaran Pers
    • Buletin
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
168 dilihat       02 Juli 2026

Sistem Pertanian Modern Advanced Agriculture System untuk Dongkrak Produktivitas Padi Nasional

Maros, (2/7) – Pertanian nasional tengah memasuki era baru dengan meninggalkan pola konvensional menuju modernisasi pertanian. Menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian untuk memacu produktivitas padi secara presisi, Kementerian Pertanian memperkenalkan model Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS).

PM-AAS merupakan sistem pertanian intensif berbasis teknologi yang mengintegrasikan efisiensi, mekanisasi modern, dan ketepatan input produksi. Model ini mengadopsi keberhasilan praktik pertanian di kawasan subur Delta Arkansas, Amerika Serikat, yang dipadukan dengan kondisi agroklimat dan kearifan teknologi lokal Indonesia.

Kehadiran inovasi ini sama sekali bukan untuk menggantikan peran petani, melainkan sebagai booster agar manajemen budi daya di lapangan menjadi jauh lebih efektif, terukur, dan menghasilkan panen yang melimpah.

6 Prinsip Utama Implementasi PM-AAS

Untuk membangun ekosistem pertanian modern yang kokoh, PM-AAS bersandar pada enam prinsip dasar berikut.

  1. Tanam Rapat dalam Baris
    Penerapan sistem tanam dengan jarak rapat dan teratur di dalam baris guna memaksimalkan efisiensi pemanfaatan lahan serta mendongkrak hasil produksi per hektare.
  2. Efisiensi Sumber Daya
    Pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan input hara dan air irigasi untuk mencegah pemborosan sekaligus mendukung keberlanjutan produktivitas.
  3. Mekanisasi Pertanian
    Penggunaan alsintan modern secara menyeluruh di setiap tahapan budi daya demi menghemat waktu operasional dan menekan kebutuhan tenaga kerja.
  4. Implementasi Berbasis Korporasi (Skala Luas)
    Pengelolaan lahan secara profesional dan terintegrasi melalui konsolidasi lahan, yang didukung kemitraan kuat antara kelompok tani (poktan/gapoktan) dengan koperasi guna meningkatkan skala ekonomi dan daya saing.
  5. Intensifikasi Produksi
    Fokus pada peningkatan hasil per hektare melalui sistem tanam benih langsung jarak rapat, pengelolaan unsur hara intensif, irigasi yang tertata, serta pengendalian gulma secara ketat.
  6. Spesifik Lokasi
    Pendekatan adaptif yang disesuaikan dengan karakteristik agroekosistem setempat, khususnya sangat optimal diterapkan pada hamparan lahan datar yang luas dengan pengaturan air yang mudah.

Teknologi Pendukung dan Tahapan Kerja Budi Daya Modern

Implementasi PM-AAS di lapangan didukung oleh ekosistem teknologi digital dan mekanisasi penuh dari hulu ke hilir:

  • Olah Lahan Maksimal
    Jerami sisa panen dikembalikan ke sawah untuk menjaga kesuburan organik, digenangi air, lalu diolah menggunakan traktor atau rotavator. Pematang serta saluran inlet dan outlet irigasi dirapikan menggunakan land leveler agar distribusi air dan pupuk tidak hilang terbuang.
  • Sistem Tanam Benih Langsung (Tabela)
    Penanaman tidak lagi melalui persemaian konvensional yang memakan waktu. Menggunakan alat drum seeder, benih dari varietas unggul bermutu (berbatang kokoh, malai lebat, dan tahan rebah) langsung ditanam di lahan kondisi lembap dengan pola jajar legowo 4:1 atau 6:1.
  • Pemupukan dan Proteksi Presisi
    Takaran pupuk ditentukan secara ilmiah melalui analisis tanah PUTS atau soil sensor. Aplikasi pupuk, herbisida, maupun pestisida pada hamparan luas diefisiensikan menggunakan teknologi drone penyemprot (sprayer drone). Kondisi cuaca makro pun dipantau secara real-time via Automatic Weather Station untuk mendukung akurasi keputusan budidaya.
  • Pengelolaan Air Pintar
    Menggunakan teknologi irigasi Alternate Wetting and Drying (AWD) yang hemat air tanpa mengurangi potensi hasil tanaman.
  • Panen Optimal
    Menggunakan mesin combine harvester ketika 85–90% bulir padi telah menguning secara seragam untuk menekan angka kehilangan hasil (losses).

Keunggulan Nyata untuk Kesejahteraan Petani

Melalui integrasi komponen teknologi pendukung tersebut, PM-AAS menawarkan keunggulan yang sangat masif bagi sektor padi dan beras nasional. Sistem ini mampu menghasilkan lonjakan produksi yang drastis dengan meningkatkan hasil panen secara signifikan dari rata-rata nasional yang hanya berkisar 5,5 ton per hektare menjadi 10 hingga 12,4 ton per hektare. Selain itu, PM-AAS juga menerapkan efisiensi input yang tinggi sehingga mampu menghemat penggunaan air, volume pupuk, serta menekan biaya tenaga kerja. Tidak hanya menguntungkan dari segi kuantitas, teknologi ini pun menghasilkan kualitas hasil premium berupa gabah yang lebih bersih, seragam, dan memiliki kualitas gabah giling yang lebih baik, dengan tetap menjaga komitmen ramah lingkungan demi keberlanjutan ekosistem tanah dan air untuk jangka panjang.

Melalui percepatan penerapan model PM-AAS di berbagai daerah, Kementerian Pertanian optimistis sistem ketahanan pangan nasional akan kian kokoh, berdaulat, sekaligus membawa lompatan kesejahteraan yang nyata bagi para petani Indonesia.


 

Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".


 

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan rilis pada Kementerian Pertanian berjudul "Pertanian Model Baru PM AAS".

Prev Next

- Humas BRMP Serealia


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Bagaimana Peran Roguing dan Detasseling dalam Produksi Benih Jagung?
    20 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Poktan Harapan Baru dan BRMP Serealia Buktikan PM AAS Tumbuh Subur di Maros
    17 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Panduan Lengkap Budi Daya Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS)
    12 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Baskoro, Petani Muda asal Boyolali yang Raup Cuan dari Bertani Jagung
    11 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Pangkep Siapkan 12.000 Hektare Sawah Adopsi Pertanian Modern
    10 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia

tags

Budi Daya Padi Pertanian Modern

Kontak

WhatsApp 081122225808
Telepon (0411) 374511
[email protected]

Jl. Dr. Ratulangi No.274, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Kode Pos 90512

Email [email protected]
Website serealia.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia. All Right Reserved